Dalam hitungan detik tibatiba saja katakata itu diam,membiarkan nafas mendinginkan aliran darah sejenak. menyilakanku berfikir tentang apa yg terjadi setelahnya,
Postingan
Menampilkan postingan dari 2009
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
dan sajak mula melilit pada tubuh malam yang basah ketika aku tertidur dalam kata yang memadam dalam ruang imajinasiku, dia larutkan semua pendeskripsian tentang kau dan waktu tentang hidup dan pengecualian,mirip permainan catur.memutarmutar kata mencari letak dalam ketepatan yang sukar dilogikakan. dan kata mungkin tak habis sampai akhir pada sajak yang bergumul dalam setetes air hujan. kal_teng,020409
Puisi CHEZTER 517 Menjaga Hati,
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Aku takkan menangisi cinta yang telah berlalupun takkan kuratapi kesepian hati yang tak bertepi sendiri bukanlah akhir sebagaimana mencintaimu,hanyalah awal takkan juga aku menyalahkan rasa jika esok masih ada takkan pula aku bertanya pada-Nya tentang makna dibalik pertemuan dan perpisahan karena aku hidup tak hanya untuk cinta. . .
2018
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Menunggangi sebuah sepeda kau datang menjemputku menjanjikan tiga kebahagiaan cinta,cinta,cinta. . . Memutari pinggiran jalan setapak yang baru saja kita kenal, kau dan aku tinggal dalam satu lingkar harmonis,menciptakan segala harap yg dulu hanya sebatas dialog fantasi pengantar tidur kita pada sepertiga malam. . . kalteng,2009
Risalah untuk kanda
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dalam malam yang semakin erat mendekapku terselubung sebuah risalah yang kuselipkan di bantaran sungai barito, kanda. . . Aku telah redup oleh gurat-gurat luka masalalu dan api telah membakar pula mematahkan nyalaku, jika kau kanda,mampu membaca semua arti dari tangis yang hampir padam serta aku yang mengantara maka putuskanlah. . .
Aku dibawah nol
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
kini aku semakin matang untuk bisa membaca hidup dalam arti,menata diri seperti cangkir-cangkir yang terus memuat kesabaran yang kian menghimpit. Kadang merangkak,terjatuh,lalu bangun kembali, merekatkan diri pada dosa yang sering tak dimengerti oleh hati dan nurani hingga harus terlempar jauh pada sunyi dan sesal, masih perlukah kesabaran itu,untukku yang tengah ada dibawah nol. . . Semanggang,2008