Mawar kupu-kupu, hati penyair : buat Nisa Amalia Mimpi dan masa depan tentang sayap kupu-kupu menuju rumah cinta yang mesti lewat di atas mawar dan bangunan di sudut parasmu terus menduga ; adakah sekutu yang menuntunku ? lalu tanpa meranting menyapa suir-suir halimun seperti bayang-bayang memanggil ruh dalam dekapan inilah tubuhku semaput menguliti percakapan tentang nama samaran di antara bendera beliamu perempuan dan gaun kepadaku kemana saja hidup kita membaringkan kuluman senyum ; Mengingatkan pada kuncup pagi kadang-kadang melukis warna-warni birahi yang gugur sebelum melubangi kerinduan di misteri mawar-mawar Maka penyair tak lain hanya kesempatan membuat kejujuran dan mimpi masa depan melempar sejarah kita menerbangkan kupu-kupu dari parasmu Sekayu, 2008