Tidak pernah ada bahasa yang tepat untuk menggambarkan perasaan wanita, meskipun oleh penulis handal terkadang hal yang dirasa rumit dapat dengan mudah ditafsirkan hanya dengan “memandang dalam” hatinya.
Seperti itulah aku, tidak pernah tau apa yang sebenarnya hatiku inginkan, perasaanku. Siapa mereka yang gemar mematahkan perasaan begitu saja. Tunggu… MEREKA??? Berapa banyak orang disana, oh… 1 2 3 4 5 entahlah tapi itu mereka yang datang dan pergi hanya untuk memainkan perasaan orang-orang termasuk aku, muak sekali dengan orang yang tidak jujur bahkan dengan dirinya sendiri, menempelkan kekesalan dengan orang lain karena dianggap mudah.
Menempelkan kertas,mengulungnya dalam sebuah botol kaca harapan: menjadikan mawar berkelopak merah putih dan jingga dalam satu tangkai sampai pada tepi pantai yang rindang didalam kebun bunga menginjakkan kaki diatas matahari memanjat bulan berdiri meneriakkan tentang satu harapan yang mustahil bahkan untuk sekadar dimisalkan...
Komentar